GOTONG ROYONG
- 30 Mei 2016
- 2 menit membaca
Sendal jepititu dipakainya, wajahnya terlihat segar, dengan celana kolor panjang dan kaos biru tua sesiku, topi biru tua pula dan cangkul ditangan kirinya. Pagi itu pak Guru Karsidi sedang libur mengajar, pagi-pagi sekali dia bangun dan bergegas menuju rumah Lik Karman yang akhir-akhir ini sedang sibuk membangun rumah.
Memang sudah direncanakan beberapa hari yang lalu ketika sedang mengobrol bersama Pak Karso, Pakdhe Joko, dan Lik Sarjito, bahwa ketika pak guru karsidi nanti libur mereka akan bersama-sama membantu Lik Karman.
āSekarang ini lho Pak, kog masyarakat itu sudah nggak ada yang perduli lagi dengan tetangga, gotong-royong hilang, apalagi anak muda atau cah nom jaman sekarang ini, jelas-jelas mereka melihat orang tua kerja malah seglang-segleng lewat sambil pencat-pencet HP ngakak-ngakak sendiri. Apa di sekolah gak diajarkan tentang gotong āroyong, sopan-santun dan yang lainnya to pak guruā. āYa diajarkan to pakā Pak Guru menjawab dengan kaget. ā Di sekolah itu nilai-nilai kepribadian, tingkah laku dan yang lainnya itu semua diajarkan Pak, dari perilaku bangun tidur sampai tidur lagi itu diajarkan, namun kembali lagi kepada penerapannya di keluarga dan dimasyarakat pak, meskipun di sekolah sudah diajarkan, tetapi di keluarga tidak mendukung dan tidak mengajarkan juga, ya percuma to pak, lha wong waktu anak itu lebih banyak di rumah dan di masyarakat.eā terang Pak Guru karsidi.
āBenar pak, betul !. lha wong orang tua atau masyarakat kitapun sekarang sudah begitu juga.e, ya akhirnya ditiru oleh anak muda jaman sekarang , meskipun itu tidak bisa dibenarkanā sahut Pakdhe Joko.
ā Lhaā¦sekarang kan Lik Karmin sedang mbangun rumah, mbok ya nanti kita bareng-bareng rewang , gotong-royong pak, agar kita bisa menjadi contoh dan juga menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang sudah hilang ini pak, tapi juga jangan terus buat kesombongan pak, kita harus ikhlas membantuā kata Pak Guru Karsidi
ā setujuā¦.ā Semua serentak.
āYa bagus, hari kamis saya libur ngajar, kita nanti kesana bareng-bareng yaā¦. Nanti saling ngampiriā lanjut Pak Guru.
Ya Pakā¦.
Akhirnya kamis itu mereka jadi membantu lik karmin mbangun rumah dan alhamdulilah ada beberapa warga juga yang tergugah hatinya untuk ikut gotong royong.(oleh : Sumarno)
Komentar